BPS: Angka Pertumbuhan Ekonomi BI dan Depkeu Bisa Diterima

BPS: Angka Pertumbuhan Ekonomi BI dan Depkeu Bisa Diterima

- detikFinance
Kamis, 16 Apr 2009 17:14 WIB
BPS: Angka Pertumbuhan Ekonomi BI dan Depkeu Bisa Diterima
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan perkiraan pertumbuhan ekonomi (PE) di triwulan I-2009 versi Bank Indonesia (BI) dan Departemen Keuangan (Depkeu) bisa diterima. Pada triwulan I-2009, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di angka 4,6% sedangkan Depkeu diangka 4,3%.

"Angkanya BI 4,6%, Depkeu 4,3%, BPS belum resmi. Kami harus merilis sesuai data empiris. Tanggal 15 Mei akan kita umumkan, apa yang disampaikan oleh BI dan Depkueu saya kira itu make sense," kata Kepala BPS Rusman Heriawan saat ditemui di kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (16/4/2009).

Terlepas dari prognosa tersebut, diakuinya ada perlambatan pertumbuhan ekonomi. Sebab jika tidak ada krisis global  seharusnya pertumbuhan ekonomi bisa diatas 6%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang ini 4,6% dari  BI, dan Depkeu 4,3% sampai 4,8% itu sudah menunjukan slowdown, ekspor memang turun, riilnya masih dibawah 10%, tetapi kita harapkan konsumsi swasta berdasarkan rekaman kita masih cukup kuat," paparnya.

Rusman mengatakan kondisi saat ini memang memerlukan stimulus. Namun menurut Rusman, dana stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah jangan dijadikan andalan utama. Sebab, masih ada pola-pola stimulus serupa yang bisa menggenjot ekonomi termasuk dari pemilu dan maksimalisasi penyerapan dana APBN diluar stimulus.

"Bahkan ada joke kalau pemilu berulang-ulang akan positif bagi pertumbuhan," selorohnya tertawa.

Menurut Rusman, dampak stimulus pada triwulan I-2009 belum terasa. Namun kemungkinan pada triwulan II-2009 sudah ada dampaknya bagi ekonomi. Hal ini dikarenakan distribusi stimulus memerlukan waktu terutama terkait dengan pembelanjaan. Namun, jika pencairannya terus molor hingga mendekati triwulan IV-2009, maka dampaknya bisa jauh dari harapan pertumbuhan ekonomi 2009.

"Kita jangan bicara stimulus karena bicara yang APBN normal saja, kalau dipercepat sebenarnya juga memberikan dampak stimulus. Dampal stimulus  (fiskal) tidak seberapa, dibandingkan dengan kue APBN yang cukup besar," ujarnya.
(hen/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads