Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Keuangan dan Menko Perekonomian Sri Mulyani di sela konferensi pers di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (16/4/2009).
"Para menteri dalam rakor setuju akan fokus sehingga dimungkinkan adanya percepatan tidak di kuartal akhir tapi di kuartal kedua dan ketiga," ujarnya.
Ia menambahkan, aktivitas ekonomi yang negatif sudah mulai terasa di kuartal pertama 2009. Sehingga dirasa penting semua aktivitas dan program pemerintah yang sudah ada anggarannya bisa benar-benar dijalankan pada kuartal kedua dan ketiga tahun ini.
Dengan demikian diharapkan bisa ikut mengurangi dan menjadi solusi dampak negatif perlemahan tersebut.
"Kalau ada keluhan pencairannya lambat, kita minta semua menteri inventarisir. Kalau memang kendala di Depkeu maka akan kita percepat, kita akan monitor terus di Dirjen Pembendaharaan terutama penyerapannya bisa dipercepat dalam dua kuartal," ungkapnya.
Menurutnya, peranan para menteri sangat penting untuk aktif memonitor penyerapan secara detail. Terutama aktifitas terutama yang berdampak ke ekonomi secara luas agar bisa berjalan sesuai jangka waktu yang sudah didesain dan disepakati bersama.
"Tentu saja dalam rakor dari bulan ke bulan akan terus dipantau. Baik dari uangnya dan aktifitas fisiknya sendiri," ujarnya.
Ia mengakui penyerapan anggaran tahun ini dibandingkan tahun lalu yang hanya naik 1 persen. Menurutnya, jika dilihat dari sisi siklus anggaran, terutama departemen-departemen banyak yang harus disiapkan dari sisi penyelesaian dokumen dan anggarannya sendiri.
Begitu pula dari dari sisi siklus procurement atau jangka waktu, terutama untuk melakukan lelang dalam menentukan pemenang.
(ang/lih)











































