Hal ini disampaikan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro dalam Launching Pelayanan Investasi Migas Terpadu dan Gerakan Hemat BBM di Gedung Ditrektorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Plaza Centris, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (17/4/2009).
"Investasi sektor energi tahun lalu sekitar US$ 19 miliar. Tahun ini kami menargetkan US$ 26 miliar, itu waktu dihitung dulu kondisi resesi belum dimasukan. Saya optimis kita pertahankan paling sedikit diatas Rp 20 miliar," ujar Purnomo.
Meskipun saat ini krisis sedang berlangsung, Purnomo menghimbau agar investor tidak ragu-ragu berinvestasi di sektor ini. Baginya, krisis yang hanya berlangsung satu atau dua tahun seharusnya tidak mengganggu investasi energi yang bersifat jangka panjang.
"Krisiskan berlangsung setahun dua tahun. Kita kan kalau teken kontrak untuk jangka waktu 20-30 tahun. Jadi jangan berpikir investasi satu tahun dua tahun, tapi jangka panjang," katanya.
Untuk meningkatkan investasi di sektor ini, hari ini Menteri ESDM meresmikan Pelayanan Investasi Migas Terpadu. Dengan adanya ruangan pelayanan investasi diharapkan dapat memudahkan investator untuk mendapatkan segala informasi soal investasi di sektor energi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(epi/lih)











































