Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 17 Apr 2009 11:30 WIB

Newmont Diminta Jelaskan Penawaran Harga Saham Pekan Depan

- detikFinance
Jakarta - Pemerintah akan bertemu PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT)  pekan depan. PT NTT diminta untuk memberikan paparan mengenai harga divestasi saham Newmont.
 
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi (Dirjen Minerbapabum) Bambang Setiawan usai Launching Pelayanan Investasi Migas Terpadu dan Gerakan Hemat BBM di Gedung Ditrektorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Plaza Centris, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (17/4/2009).
 
"Minggu depan undang Newmont untuk memberikan pemaparan untuk menjelaskan harga, kenapa mereka menjual harga 2008 sekian dan 2009 sekian? Kita diskusikan untuk mencapai kesepakatan harga untuk disetujui baru ditawarkan ke Depkeu," ujar Bambang.
 
Menurut Bambang, negosiasi tersebut dilakukan oleh tim kecil yang akan ditugasi untuk melakukan due diligence  (pengkajian) harga saham divestasi hingga tahun 2010.

"Untuk saham tahun 2006-2007 itu kan untuk daerah. Yang terbuka cuma tujuh persen tahun 2008 untuk pemerintah pusat dan apakah itu layak dibeli," jelasnya.
 
Meskipun berdasarkan putusan abitrase menyebutkan harga saham 2006 dan 2007 sudah fix, namun Bambang berharap harga saham tersebut bisa lebih murah.

"Diputusan abitrase mereka bilang di situ sudah fix, tapi kami ingin harganya dinegosiasi. Kalau dua belah pihak setuju berubah kenapa tidak? Karena harganya ini lebih rendah dari 2008 dan 2009," katanya.
 
Terkait saham Newmont yang digadaikan, Menteri Energi Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro meminta agar saham tersebut bebas dari gadai.
 
"Saya kira saya udah sampaikan agar pada kesempatan pertama clean and clear. Urusan dengan lender itu bukan urusan kita, urusan kita dengan Newmont," jelasnya.

Purnomo menambahkan, jika harga tersebut telah disepakati maka pihaknya akan mengirimkan surat ke Menkeu. "Tunggu harga dulu lalu beri surat ke Menkeu. Setelah itu semua terserah Menkeu karena itu otoritasnya bukan otoritas kami lagi," tandasnya.



(epi/lih)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com