Menurut data harian Departemen Perdagangan (Depdag) per tanggal 17 April 2009, harga rata-rata nasional minyak goreng (curah) mengalami kenaikan dari Rp 9.445 per kilo pada tanggal 16 April 2009 menjadi Rp 9.521 per kilo pada hari ini.
Bahkan jika dibandingkan dengan harga rata-rata bulan Maret dengan April 2009, harga minyak goreng mengalami kenaikan, harga rata-rata Maret hanya Rp 9.028 per kilo menjadi Rp 9.253 per kilo pada April.
"Harga tertinggi terjadi di Kota Ambon Rp 13.200 per kilo dan terendah terjadi di Banjarmasin sebesar Rp 7933 per kilogram," terang data laporan itu.
Sedangkan harga minyak goreng di DKI Jakarta masih bertengger di angka Rp 9.000 per kilogram rata-rata. Untuk Pasar Senen Rp 8.500, Pasar Koja Baru Rp 9.000, Pasar Minggu Rp 8.500, Pasar Rawamangun Rp 10.000 dan lain-lain.
Kenaikan harga minyak goreng sudah menjadi rahasia umum kalau pemicunya adalah kenaikan bahan baku minyak goreng yaitu crude palm oil (CPO) yang beberapa waktu lalu terus menunjukan kenaikan harga. Harga CPO sempat tembus diangka US$ 713,75 per ton beberapa hari lalu padahal bulan lalu masih diangka US$ 600 per ton. (hen/lih)











































