Demikian hal itu dikemukakan oleh Senior Economist PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ryan Kiryanto di sela pelatihan dasar wartawan perbankan di Hotel Savoy Homann, Bandung, Sabtu (18/4/2009).
Â
"Perekonomian Indonesia hanya akan tumbuh 3,5% pada 2009. Namun, akan segera recovery menjadi 5% di tahun 2010, seiring dengan recovery ekonomi dunia," katanya.
Â
Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi tersebut akan didorong oleh peningkatan di sektor konsumsi domestik karena Indonesia cukup beruntung tidak tergantung kepada ekspor dan memiliki pasar domestik yang luas.
Â
"Ekspor kita pun beragam, tidak monoton seperti Singapura yang tergantung pada manufaktur. Indonesia memiliki andalan commodity products seperti pertambangan dan perkebunan yang harganya terus membaik," ujarnya.
Â
Ryan memperkirakan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS akan berada di level Rp 11.000/US$ mulai tahun 2009 hingga 2010. Namun ia memperkirakan tingkat nilai tukar masih bisa menguat dengan beberapa faktor, antara lain modal global yang mulai masuk kembali dan adanya Billateral Currency Swap Arrangement (BCSA) dengan China dan Jepang.
(ang/dnl)











































