Hadapi Pilpres, Pejabat Negara Jangan Meleng Ngurus Ekonomi

Hadapi Pilpres, Pejabat Negara Jangan Meleng Ngurus Ekonomi

- detikFinance
Minggu, 19 Apr 2009 17:35 WIB
Hadapi Pilpres, Pejabat Negara Jangan Meleng Ngurus Ekonomi
Jakarta - Situasi politik yang makin panas diharapkan tidak menggangu stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah pun merapatkan barisan hingga ke tingkatan daerah agar tetap fokus pada penguatan ekonomi meski pemilihan presiden akan segera tiba.

Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yodhoyono dalam keterangan pers di kediamannya di Cikeas, Bogor, Minggu (19/4/2009).

SBY menyatakan, pihaknya sudah menginstruksikan pada semua menteri dan gubernur agar tetap fokus mengatur perekonomian. Hal ini penting karena Indonesia masih harus berhadapan dengan krisis ekonomi global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya menginstruksikan kepada menteri dan gubernur agar terus kelola ekonomi. Kita sukseskan program stimulus, termasuk kebijakan-kebijakan untuk meng-counter dampak krisis. Kita optimistis semuanya bisa ditolak," katanya.

Namun ia menegaskan, sekuat apapun pemerintah berusaha, kesuksesan kinerja pemerintah tetap ada di penilaian masyarakat. Yang pasti, pemilihan presiden nanti memang diakuinya akan berdampak pada perekonomian.

"Kita terus mengelola perekonomian nasional. Soal bagaimana keberhasilannya, biar rakyat yang menilai. Memang ada prospek dan dampak bagi ekonomi nasional terkait pilpres ini. Tapi posisi kita tetap optimistis, kita akan terus melakukan apa yang perlu dilakukan dan bisa dilakukan baik di tingkat global maupun nasional," katanya.

Ia mengakui, hingga kini dampak krisis memang sudah terasa di sejumlah indikator perekonomian. Namun ia yakin, ekonomi nasional masih akan tumbuh positif tahun ini.

"Dampak dari krisis global itu sudah ada, dengan penurunan beberapa indikasi ekonomi. Tapi sejauh ini pertumbuhan masih positif untuk tahun ini," katanya.

Salah satu gejala positif yang terlihat belakangan ini adalah penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Meski didorong penguatan regional, namun penguatan rupiah terbilang lebih tinggi dibanding mata uang lainnya.

"Memang ada penguatan secara regional. Tapi penguatan rupiah relatif lebih baik dibanding lainnya. Ada banyak pihak yang berpendapat ini merupakan respon positif atas program penguatan ekonomi yang sedang kita lakukan. Bagaimanapun stabilitas nilai tukar dan harga saham juga merupakan sisi penting dari makro ekonomi kita," ujarnya.
(lih/rdf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads