Indonesia Jadi Tuan Rumah Pra-Konferensi REAAA

Indonesia Jadi Tuan Rumah Pra-Konferensi REAAA

- detikFinance
Senin, 20 Apr 2009 14:30 WIB
Indonesia Jadi Tuan Rumah Pra-Konferensi REAAA
Jakarta - Indonesia akan menjadi tuan rumah pra-konferensi sekaligus rapat pengurus Road Engineering Association of Asia and Australia (REAAA)  yang rencananya akan digelar di Nusa Dua Bali pada tanggal 21-23 April 2009.

REAAA merupakan organisasi yang berkecimpung dalam pengembangan teknik jalan yang berdiri sejak 1973. Indonesia menjadi salah satu negara pencetus REAAA. REAAA diwakili oleh 11 negara yaitu Australia, Brunai, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, New Zealand, Filipina, Singapura, Taiwan dan Thailand.

Dalam pertemuan tersebut diselenggaraan rapat pengurus REAAA ke-87 di Indonesia akan dilaksanakan dari tanggal 21-23 April 2009 di Nusa Dua Bali, Bali. Diantaranya akan membahas penyelenggaraan konferensi teknik jalan REAAA ke-13 dan heads of road authorities (HORA) meeting di Incheon City, Korea Selatan pada tanggal 23-26 September 2009.
 
Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak mengatakan posisi Indonesia menjadi penting sebagai tuan rumah karena bisa menjadi sarana komunikasi dan alih teknologi mengenai sistem teknologi jalan terbaru termasuk mengkomunikasikan masalah pengembangan jalan yang selama ini terhambat pembebasan lahan.
 
"Tujuannya untuk memaksimalkan belajar kita dari 11 negara tadi, untuk menerapkannya di Indonesia," katanya saat di temui di kantornya Jl Pattimura, Senin (20/4/2009).
 
Dijelaskannya negara-nagara yang tergabung dalam REAAA umumnya adalah negara yang memilik jaringan jalanya yang baik, termasuk diantaranya Selandia Baru, Jepang dan lain-lain.
 
"Dalam pertemuan REAAA itu juga akan diterbitkan handbook, mengenai guide to the privatization of road, disaster risk management, dan efficient operation of the road network," jelasnya.
 
Sementara itu Presiden REAAA Kyong Soo Yoo dalam kesempatan yang sama mengatakan posisi Indonesia menjadi anggota yang penting dalam REAAA. Terlebih lagi dalam ajang konferensi teknik puncak REAAA yang akan digelar di Korea Selatan pada September nanti yang merupakan konferensi skala besar dilakukan 3 tahun sekali.
 
"Dalam pertemuan di Korea, diantaranya juga bisa menjadi sarana promosi alih teknologi, ada 2000 tenaga ahli ada 250 produk baru yang akan diperkenalkan," jelas Yoo.
 
Dikatakannya dalam forum puncak di Korea, banyak anggota negara REAAA yang sudah maju dalam pengembangan jalan termasuk Jepang yang cukup piawai dalam disaster risk management, bisa menjadi acuan untuk negara seperti Indonesia untuk bisa mengadaptasi.
 
"Memang Jepang cukup maju dalam manajemen bencana alam untuk jalan, kita hanya mengadaptasi, bukan meniru persis, disesuaikan dengan kondisi kita," timpal Hermanto.

(hen/lih)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads