BUMN Karya Diminta Waspadai Bisnis Properti Timur Tengah

BUMN Karya Diminta Waspadai Bisnis Properti Timur Tengah

- detikFinance
Senin, 20 Apr 2009 15:25 WIB
BUMN Karya Diminta Waspadai Bisnis Properti Timur Tengah
Jakarta - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta kepada para perusahaan negara sektor industri infrastruktur yang memiliki proyek dan investasi di Timur Tengah lebih berhati-hati.

BUMN Karya yang selama ini banyak mendapat proyek di Timur Tengah antara lain PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Menurut Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, saat ini negara-negara Timur Tengah sedang menghadapi masalah menurunnya bisnis properti mereka.

"Kan sekarang di Timur Tengah lagi menghadapi masalah colapse-nya properti. Mereka kan bisnis di Timur Tengah, kita minta laporan bagaimana perkembangannya dan cara mengatasi masalah,” katanya di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (20/4/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan kedua perusahaan plat merah tersebut sudah melakukan beberapa langkah antisipasi dalam menghadapi masalah tersebut.

"Enggak ada pembatalan atau pendundaan. Yang penting, mereka harus lebih hati-hati lagi," ujarnya.

ADHI tengah mengincar proyek senilai Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun di Oman, Timur Tengah. Proyek tersebut akan dioperasikan melalui perusahaan patungan, Adhi Oman. Pembangunan proyek itu diharapkan mulai 2009.

Salah satu proyek yang ditawarkan Adhi Karya di Timur Tengah adalah teknologi pembangunan rumah susun, bangunan komersial bertingkat dan pembangunan rumah sakit.

Sementara itu, WIKA memiliki dua proyek baru untuk dikerjakan di 2009. Pertama adalah pembangunan dua buah power plant bertenaga 2x500 MW di Arab Saudi dengan nilai investasi sekitar Rp 1,4 triliun.

Saat ini proyek tersebut sedang dalam tahap penjajakan dan perencanaan
pembangunan. Nantinya power plant tersebut akan rampung 2011 dan berdiri di kota Riyadh.

Proyek kedua adalah pembangunan jembatan under pass yang akan membelah lautan di Palem Jabrali, Dubai dengan nilai investasinya sekitar Rp 600 miliar.

(ang/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads