Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Rusman Heriyawan sebelum mengikuti rapat terbatas dengan sejumlah Menteri KIB di Istana Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (21/4/2009).
"Inflasi April terkelola dengan baik. Baik sekali, walaupun belum waktunya, tapi dalam rekaman tiap minggu terakhir sepertinya tidak luar biasa, biasa saja," kata Rusman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi leading price itu biasanya beras. Jangan lupa Januari sampai Maret dan April puncak panen. Jadi memberi kontribusi stabilitas harga beras. Dalam tiga minggu ini harganya terjaga dan diikuti dengan harga lainnya," papar Rusman.
Rusman tidak bisa memastikan berapa tepatnya besaran inflasi di bulan April ini. Namun dia mengaku nilai inflasi April tak jauh beda dengan Maret lalu.
"Bulan lalu 0,2 persen. Tapi saya kira sekarang di sekitar itu. Nantilah," imbuhnya.
Ada potensi deflasi? "Bisa ada potensi deflasi karena ada juga harga emas sekarang turun. Bulan ini harga dunia turun, itu komponen besar dalam inflasi. Itu emas perhiasan bukan investasi emas batangan,' ujarnya.
Dia menambahkan, kontribusi terbesar dari inflasi April ini adalah dari bahan makanan pokok.
"Pertama, memang dia itu bobotnya memang besar terhadap inflasi dan itu jarang terjadi. Biasanya bahan makanan itu jauh lebih tinggi dari kelompok lain seperti sandang, transportasi dan segala macam," imbuhnya.
Dia menambahkan, pada Maret 2009 lalu belanja sandang inflasinya paling tinggi karena menjelang Pemilu Legislatif, banyak masyarakat yang membeli spanduk, bendera dan kaos parpol.
(anw/qom)











































