"Jadi boleh dikatakan deflasi. Kondisi ini amat meringankan warga masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari," jelas Presiden dalam konferensi pers di kompleks Istana Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (21/4/2009).
Dalam konferensi pers di taman Istana Presiden tersebut, Presiden SBY didampingi Dirut Bulog Mustafa Abubakar dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dan Menko Perekonomian yang juga Menkeu Sri Mulyani Indrawati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Khusus beras tadi Kabulog melaporkan pengadaan dalam negeri cukup. Dari bulan Januari sampai April pasokannya mencapai 1,4 juta ton, sehingga diperkirakan sepanjang tahun ini pasokannya bisa 3,8 juta ton. Stok beras nasional baik, diperkirakan kita akan mencapai 1,97 juta ton. Sedangkan untuk raskin ada penambahan sedikit," urai presiden.
Sementara untuk harga minyak goreng mengalami kenaikan terbatas akibat dari kenaikan harga crude internasional. Namun menurut presiden, pemerintah akan berupaya untuk menjaga harga dalam negeri tetap stabil.
"Gula juga mengalami kenaikan tertentu karena harga dunia juga naik. Selain itu juga karena sekarang bukan musim giling tebu. Kita upayakan petani tebu jangan sampai rugi," jelasnya.
"Laporan perkembangan harga-harga ini semua amat melegakan di tengah upaya mengatasi dampak krisis global. Kita percaya pertumbuhan ekonomi ini positif untuk kuartal pertama 2009 antara 4,3-4,8 persen. Tapi semua ini masih jauh. Krisis belum selesai dan dampaknya masih terus kita rasakan, misalnya dengan penurunan ekspor, dll," imbuh presiden.
(lh/qom)











































