Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (21/4/2009).
"Bulog mentargetkan Mei sudah bisa ekspor 10.000 ton untuk shipment pertama, kalau berjalan lancar kita akan minta tambahan, tapi kan izinnya cuma sampai Juni 2009, kita lihat dulu," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya pemerintah menargetkan ekspor beras sampai Juni adalah 100.000 ton, tapi Pak Presiden mengatakan ekspor terus jalan tapi harus sangat konservatif, target 100.000 jangan dipaksakan," tuturnya.
Dikatakannya, untuk rencana ekspor ini, Bulog sudah melakukan registrasi kepada pemerintah untuk rencana awal 10.000 ton tersebut.
"Tapi kita utamakan mendorong swasta untuk ekspor ini. Tujuan ekspor Bulog adalah Singapura dan Jepang," imbuhnya.
Mustafa menjelaskan, jenis beras IR64 kualitas 5% bukanlah jenis beras yang akan diekspor. Oleh karena itu para pedagang dihimbau untuk tidak menahan stok beras jenis ini karena beras IR64 kualitas 5% tidak kompetitif harga ekspornya.
"Sekarang ada tanda-tanda seakan-akan IR64 diperbolehkan untuk ekspor, padahal tidak karena harganya tidak kompetitif. Jadi beras yang real strategic untuk ekspor hanyalah beras aromatik, karena harga ekspornya kompetitif," pungkasnya.
(dnl/lih)










































