BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2009 di Atas 4%

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2009 di Atas 4%

- detikFinance
Selasa, 21 Apr 2009 18:31 WIB
BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2009 di Atas 4%
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2009 hampir pasti melebihi 4%. Hal ini karena adanya dorongan konsumsi masyarakat yang cukup besar.
 
Hal ini dikatakan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (21/42009).
 
"Pertumbuhan ekonomi kita, BI bilang 4,6%, Departemen Keuangan dari prognosis 4,3%-4,8%. Barangkali, kita akan berada di kisaran itu juga. Tapi walau bagaimanapun, BPS harus menggunakan data empirik, yaitu realisasi. Hampir pasti di atas 4%, tapi berapa saya belum tahu," tuturnya.
 
Alasannya pertumbuhan ekonomi kuartal I-2009 di atas 4% adalah karena banyaknya konsumsi masyarakat khususnya dari pergelaran Pemilu 2009, dan itu menjadi stimulus ekonomi tersendiri.
 
"Untuk ekspor potensi turun masih ada. Tapi barangkali penurunan month to month tidak seperti dulu lagi, itu sudah diantisipasi. Kita tidak terlalu banyak pada ekspor untuk growth. Kita berharap belanja pemerintah, baik stimulus atau APBN, dan belanja swasta dan rumah tangga. Swasta itu adalah konsumsi masyarakat, termasuk Pemilu. Ada kompensasi di situ," paparnya.
 
Sementara itu untuk inflasi, Rusman mengatakan inflasi April cukup baik dibanding Maret, untuk bahan pokok diperkirakan terjadi deflasi karena penurunan harga yang terjadi.
 
"Pasti ada deflasi di bahan pokok. Hampir semua, kecuali minyak goreng. Karena harga dunia lagi naik. Tapi beras, daging sapi, daging ayam umumnya deflasi. Persoalannya, tergantung dari komponen lain seperti makanan jadi. Kecenderungannya inflasi, karena selama April ada puncaknya Pemilu," katanya.
 
Rusman mengatakan dengan penurunan harga bahan makanan, maka yang senang di tengah kondisi ini adalah sektor usaha makanan. "Tentu warteg, warung makan padang, dan nasi bungkus kan luar biasa. Itu berpotensi menjadikan kenaikan harga pada makanan jadi. Kemudian, emas turun, emas perhiasan. Transport dan perumahan naik sedikit. Kesimpulannya, kalaupun inflasi, pada tingkat yang sangat rendah," pungkasnya.

(dnl/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads