IMF dalam laporan "Global Financial Stability Report" mengungkapkan, angka kerugian akibat krisis finansial mencapai US$ 4.054 triliun. Kerugian itu terbesar berasal dari AS, dengan rincian:
- Amerika Serikat (AS): US$ 2,712 triliun
- Eropa: US$ 1,193 triliun
- Jepang: US$ 149 miliar.
Nilai estimasi yang meliputi periode sejak dimulainya krisis pada pertengahan 2007 hingga 2010 itu berarti mengalami kenaikan. Dalam proyeksi sebelumnya pada Januari, IMF hanya memperkirakan kerugian senilai US$ 2,2 triliun. Pada Oktober, IMF juga hanya memperkirakan kerugian US$ 1,4 triliun.
Total kerugian itu merepresentasikan apa yang diperlukan dan bakal diperlukan oleh institusi finansial karena memburuknya pasar kredit, terutama sehubungan dengan anjloknya nilai aset-aset berbasis kredit seperti mortgage backed securities.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IMF juga menyatakan, menyusutnya aktivitas ekonomi telah menambah tekanan pada neraca keuangan perbankan karena aset-asetnya terus mengalami degradasi. Hal itu juga mengancam rasio kecukupan modalnya dan menghambat pengucuran kredit baru.
Dalam proyeksi itu, perbankan mengambil porsi 61% atau sekitar US$ 2,470 triliun dari total kerugian. Sementara sisa kerugian diderita oleh institusi finansial lain termasuk dana pensiun dan asuransi yang juga memiliki eksposure kredit macet.
(qom/qom)











































