Kerugian Krisis Finansial Lebih dari US$ 4 Triliun

Kerugian Krisis Finansial Lebih dari US$ 4 Triliun

- detikFinance
Rabu, 22 Apr 2009 07:30 WIB
 Kerugian Krisis Finansial Lebih dari US$ 4 Triliun
Washington - Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan kerugian akibat krisis finansial global mencapai lebih dari US$ 4 triliun atau sekitar Rp 40.000 triliun. Kerugian itu berasal dari hapus buku dan kredit macet dari institusi-institusi finansial dari berbagai belahan dunia.

IMF dalam laporan "Global Financial Stability Report" mengungkapkan, angka kerugian akibat krisis finansial mencapai US$ 4.054 triliun. Kerugian itu terbesar berasal dari AS, dengan rincian:
  • Amerika Serikat (AS): US$ 2,712 triliun
  • Eropa: US$ 1,193 triliun
  • Jepang: US$ 149 miliar.

Nilai estimasi yang meliputi periode sejak dimulainya krisis pada pertengahan 2007 hingga 2010 itu berarti mengalami kenaikan. Dalam proyeksi sebelumnya pada Januari, IMF hanya memperkirakan kerugian senilai US$ 2,2 triliun. Pada Oktober, IMF juga hanya memperkirakan kerugian US$ 1,4 triliun.

Total kerugian itu merepresentasikan apa yang diperlukan dan bakal diperlukan oleh institusi finansial karena memburuknya pasar kredit, terutama sehubungan dengan anjloknya nilai aset-aset berbasis kredit seperti mortgage backed securities.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sistem finansial global masih menghadapi sejumlah tekanan karena krisis telah melebar hingga ke sektor rumah tangga, korporasi dan sektor perbankan baik di negara maju dan juga negara berkembang," demikian laporan IMF tersebut, seperti dikutip dari situsnya, Rabu (22/4/2009).

IMF juga menyatakan, menyusutnya aktivitas ekonomi telah menambah tekanan pada neraca keuangan perbankan karena aset-asetnya terus mengalami degradasi. Hal itu juga mengancam rasio kecukupan modalnya dan menghambat pengucuran kredit baru.

Dalam proyeksi itu, perbankan mengambil porsi 61% atau sekitar US$ 2,470 triliun dari total kerugian. Sementara sisa kerugian diderita oleh institusi finansial lain termasuk dana pensiun dan asuransi yang juga memiliki eksposure kredit macet.
(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads