Demikian disampaikan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam acara seminar perancanangan RKP (Rancangan Kerja Pemerintah) 2010 bertemakan "Pemulihan Perekonomian Nasional dan Pemeliharaan Kesejahteraan Rakyat" di Kantor Bappenas, Menteng, Jakarta, Rabu (22/4/2009).
"Kita lihat saat ini rupiah mulai menguat, indeks saham naik, sepanjang kuartal I-2009, pemerintah mencatat US$ 2 billion lebih capital inflow yang masuk. Karena itu pemerintah akan terus menjaga persepsi perekonomian Indonesia," tuturnya.
Pada saat krisis ekonomi global yang melanda saat ini, Sri Mulyani mengatakan dana-dana di negara berkembang kembali ke asalnya sehingga arus modal di negara berkembang mengering.
"Arus modal ke negara berkembang saat ini turun dari biasanya mencapai US$ 800 miliar menjadi hanya US$ 170 miliar, jadi drop-nya hampir US$ 600 miliar, dan ini pun masih diperebutkan oleh banyak negara, sehingga muncul kesulitan mendapatkan modal," katanya.
Namun saat ini, Indonesia masih dianggap lebih stabil perekonomiannya dibandingkan negara-negara lain di dunia karena proyeksi pertumbuhan ekonominya di 2009 masih positif di kisaran 4%-4,5%.
"Karena itu kita akan dilihat positif oleh investor karena teruji perekonomiannya di tengah krisis ekonomi global yang menerpa," tukasnya.
(dnl/qom)











































