"Gerakan ini bukan merupakan gerakan proteksionisme. Karena ini bukan kebijakan tarif," ujar SBY saat memberikan sambutan dalam pembukaan InaCraft 2009 di JCC, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (22/4/2009).
Proteksionisme merupakan kebijakan untuk membatasi impor yang dilakukan oleh suatu negara. Padahal, menurut SBY, negara-negara di dunia telah sepakat untuk tidak memberlakukan kebijakan tersebut.
"Negara-negara yang tergabung dalam G-20, ASEAN, sepakat untuk mencegah proteksionisme," tutur SBY.
SBY menjelaskan, kerajinan tangan di Indonesia memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Menututnya, sekitar 6,3 persen industri kreatif di Indonesia 30 persennya disumbang oleh kerajinan tangan.
Dia menambahkan, saat ini terdapat 2,2 juta unit usaha kreatif telah tersebar di seantero nusantara. Dan 700.000 di antaranya adalah bergerak dalam kerajinan tangan.
Pemerintah, lanjut SBY juga konsen untuk mengembangkan kerajinan tangan. Pada tahun 2008, pemerintah telah mengeluarkan stimulus sebanyak Rp 12,5 triliun untuk memberikan kredit lunak. Dan pada 2009, diharapkan nilai kreditnya ditambah menjadi Rp 20 triliun.
SBY optimistis, produk Indonesia bisa bersaing dengan produk-produk mancanegara.
(anw/lih)











































