Trafo Tertahan di Cilegon, Listrik Banten dan Jakbar Terancam Padam

Trafo Tertahan di Cilegon, Listrik Banten dan Jakbar Terancam Padam

- detikFinance
Rabu, 22 Apr 2009 17:22 WIB
Trafo Tertahan di Cilegon, Listrik Banten dan Jakbar Terancam Padam
Jakarta - Banten dan Jakarta bagian barat terancam mengalami pemadaman menyusul tertahannya trafo tegangan tinggi di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon. Tertahannya trafo tersebut disebabkan karena belum diperolehnya izin lewat dari Marga Mandala Sakti (MMS) selaku pengelola jalan tol Tangerang-Merak.

"Harusnya trafo tersebut harus sudah dipasang minggu lalu, tapi belum bisa terpasang karena belum dapat izin lewat di jalan tol Tangerang-Merak dari pengelola," ujar Manager Area Pendistribusian Jaringan Banten Utara PLN, Setiabudi Suhud saat dikonfirmasi detikFinance, Rabu (22/4/2009).

Menurut Setiabudi, trafo tersebut rencananya akan dipasang di Gardu Induk Tegangan ekstra Balaraja untuk mengantisipasi pertumbuhan beban listrik di Banten dan Jakarta bagian barat. Saat ini beban puncak Banten sekitar 960 MW.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu belum termasuk Tangerang. Kalau ditambah Tangerang bisa empat kali lipat. Jika ekonomi bagus, beban puncaknya bisa naik 15 persen per bulan," paparnya.

Setiabudi mengaku pihaknya telah mengajukan izin kepada pihak pengelola sejak sebulan yang lalu. "Katanya mereka sedang mempelajari seperti kekuatan jalan dan jembatannya di jalan tol tersebut," jelasnya.

Ia berharap pengelola jalan tol segera memberikan izin lewat sebab jika pihak pengelola belum juga memberikan ijin maka sistem listrik Banten dan Jakarta bagian barat akan terancam pemadaman.

"Kalau sekarang memang belum ada, tapi kalau tidak buru-buru  sementara beban puncak terus naik maka  akan terjadi pemadaman terutama di wilayah Banten dan Jakarta bagian barat," harapnya.

(epi/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads