Ketua Dewan Perniagaan Melayu Malaysia Negeri Selangor Dato Mohd Said Hj. Mat Saman yang menjadi pemimpin delegasi Malaysia mengatakan, kedatangan pengusaha Malaysia ke Indonesia hari ini murni untuk mencari peluang waralaba (franchise) asal Indonesia yang bakal potensial di Malaysia.
"Kita datang sebanyak 57 pengusaha dari berbagai bidang, kita mau menjadi franchisee," katanya dalam acara pertemuan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dengan delegasi Malaysia di Jakarta, Kamis (23/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kesini untuk mencari saja, bukan membuka waralaba," katanya.
Saman mengatakan jumlah waralaba di Malaysia relatif lebih sedikit ketimbang yang ada di Indonesia, berdasarkan Kementerian Pembangunan Usaha Kecil dan Sederhana Malaysia hanya tercatat 200 waralaba lokal di Malaysia, sedangkan jika dibandingkan dengan Indonesia jumlahnya bisa mencapai 950 waralaba ( termasuk asing).
"Dukungan pemeritah kami (Malaysia), untuk bumi putera ada pinjaman semacam subsidi dan kredit ringan dari bank untuk buka usaha termasuk waralaba," jelasnya.
Sementara itu Ketua AFI Anang Sukandar mengatakan kedatangan delegasi Malaysia ini bisa meraup potensi kapitalisasi investasi hingga Rp 2 triliun lebih. Dengan perhitungan jika setiap pengusaha hanya membuka franchisee saja maka bisa ada kapitalisasi investasi hingga Rp 100 miliar lebih sedangkan, jika banyak yang melakukan pembukaan master franchise, maka bisa ada potensi kapitalisasi hingga 20 kali lipat atau Rp 2 triliun lebih.
"Memang setiap kapitalisasinya beda-beda, tergantung mereka kemungkinan mereka menjadi master atau franchisee saja," jelasnya.
Anang menjelaskan agresifnya pengusaha Malaysia mencari waralaba lokal asal Indonesia tidak terlepas dari dukungan pemerintahnya yang cukup mendukung sektor waralaba diantaranya memberikan bunga kredit lebih rendah dari seharusnya 12% menjadi 6% bagi pembukaan usaha waralaba.
"Mereka bisa diberikan kredit lunak senilai Rp 280 juta, 15%-nya bisa hibah," jelasnya.
Selain itu, faktor selera dan prilaku yang sama antara sesama serumpun Melayu membuat jenis waralaba Indonesia banyak diminati di negeri jiran Malaysia.
(hen/qom)











































