Pendapatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) aviasi tersebut meningkat sebesar 37 persen dari Rp 14,2 triliun di tahun 2007 menjadi Rp 19,4 triliun di 2008.
Menurut Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar, kenaikan laba bersih dan pendapatan tersebut disumbang dengan meningkatnya jumlah penumpang di sepanjang tahun 2008 sebesar 9 persen menjadi 10,1 juta penumpang dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama sebanyak 9,2 juta penumpang.
"Tapi peningkatannya lebih kecil dibandingkan dengan peningkatan tahun 2007 yang sebesar 7,4 persen," katanya di sela paparan publik kinerja 2008 di Hotel Nikko, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (23/4/2009).
Perseroan juga melakukan berbagai peningkatan di berbagai program efisiensi seperti fuel conservation program, electronic procurement, perbaikan sistem dan proses kerja.
Sejak tahun 2004, perusahaan plat merah tersebut mengalami defisit selama 3 tahun berturut-turut, antara lain Rp 811,3 miliar di 2004, Rp 688,4 miliar di 2005 dan Rp 197 miliar di tahun 2006.
Kurangi Rute
Berkaitan dengan terjadinya situasi politik yang kurang kondusif di Thailand, perseroan mengurangi frekuensi penerbangan ke Bangkok dari 7 kali seminggu menjadi hanya 3 kali terhitung mulai tanggal 24 April 2009.
Menurut Direktur Niaga dan Marketing Garuda Agus Priyanto, pengurangan rute tersebut dilakukan setelah terjadinya penurunan penumpang dari beberapa kota di luar negeri sebagai dampak dari krisis ekonomi global.
"Kita juga menutup penerbangan Denpasar-Darwin yang selama ini dilayani tiga kali seminggu," ujarnya
Menurutnya, selama ini rute Darwin tersebut tidak memberikan sumbangan yang signifikan terhadap kinerja perseroan karena lebih sering merugi.
"Rute Darwin dari dulu begitu-begitu saja karena potensi penumpangnya terbatas. Sedini mungkin kita harus berani memotong rute yang tidak potensial atau rugi," ujarnya.
Sementara itu, sejalan dengan program pengembangan armada yang akan dilaksanakan pada bulan Juni 2009, BUMN penerbangan tersebut akan menerima kedatangan beberapa pesawat baruB 737 800NG dan A-330.
(ang/lih)











































