Hal ini disampaikan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro dalam Seminar 'Mampukah Sektor Migas Berkontribusi Menuju Kemandirian Energi Nasional' di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Kamis (23/4/2009).
"Siapapun menterinya nanti, dia harus fokus membangun sektor downstream (hilir). Masalah kemandirian energi ini terletak pada carut marutnya di bidang downstream," kata Purnomo.
Purnomo mengakui, selama ini Indonesia terlalu fokus pada kegiatan di sektor hulu tanpa memikirkan pembangunan infrastruktur di sektor hilir.
"Kita terlalu fokus ke suplai side (kegiatan hulu), tanpa membangun infrastruktur energi di sektor hilir," katanya.
Untuk itu, ia menegaskan Indonesia sudah seharusnya mulai membangun infrastruktur yang memadai saat ini. Pembangunan harus mulai dilakukan sekarang karena kebanyakan infrastruktur tersebut baru akan selesai sekitar 3-4 tahun lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sampaikan kepada Pertamina jangan sampai kalah dari Shell, Petronas dan Total. Kita inginkan Pertamina menjadi market leader," kata Purnomo.
Purnomo berharap Pertamina bisa tetap menjadi pemimpin pasar di negerinya sendiri. Untuk itu Pertamina diminta memperbaiki infrastruktur pendistribusian BBM-nya.
Pada kesempatan yang sama, Purnomo mengakui hingga saat ini infrastruktur di hilir minyak dan gas bumi memang masih kurang memadai. Ia mencontohkan, ekspor gas ke luar negeri terjadi disebabkan pasar domestik tidak berkembang karena tidaknya infrastruktur yang memadai.
"Maka sekarang kita bangun infrastruktur untuk energi, tapi itu membutuhkan waktu 3-5 tahun ke depan," jelasnya.
(lih/qom)











































