Pemasukan dari Sektor Wisata Ditargetkan US$ 6 Miliar di 2009

Pemasukan dari Sektor Wisata Ditargetkan US$ 6 Miliar di 2009

- detikFinance
Jumat, 24 Apr 2009 16:19 WIB
Jakarta - Pemerintah optimistis wisatawan yang berkunjung ke Indonesia masih bisa meningkat di tahun 2009 meski krisis global melanda. Jika pada 2008 jumlah wisatawan mencapai 6 juta orang, maka tahun ini diharapkan bisa menembus 7,2 juta orang.

Menurut Deputi Menko Perekonomian Bidang Perdagangan dan Perindustrian Edy Putra Irawadi, jika satu orang wisatawan asing bisa menghabiskan uang sekitar US$ 900, maka total pemasukan negara yang bisa diraup sebanyak US$ 6 miliar tahun ini.

"Tapi wisatawan mancanegara yang masuk ke kita tiap tahun ini masih kecil jika dibandingkan negara-negara lain. Di Indonesia rata-rata hanya 5 juta per tahun," katanya di kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (24/4/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan di negara-negara tetangga, seperti Singapura yang bisa mencapai 9 juta per tahun, Malaysia 12 juta dan Paris 20 juta per tahun.

"Kita ini sebenarnya lengkap untuk sebuah negara wisata. Potensi untuk menarik wisatawan banyak sekali, maka dari itu harus kita tonjolkan," ujarnya.

Dalam menarik wisatawan asing, ia mengatakan harus ada upaya untuk menjadikan setiap wisatawan asing menjadi duta wisata setelah pulang ke negara asalnya. Dengan begitu, si wisatawan tersebut bisa menceritakan pengalamannya kepada warga kampung halaman.

"Kita harapkan pengunjung ADB nanti bisa menjadi duta wisata Indonesia begitu pulang ke negaranya," ujarnya.

Dalam rangka memanfaatkan keramaian dan keragaman perserta ADB yang akan dilaksanakan di Bali, Menko Perekonomian beserta instansi pemerintah terkait, lembaga perbankan dan pelaku usaha akan menyelenggarakan side event dengan judul Unthinkable Week yang akan berlangsung dari 1-5 Mei 2009.
 
Acara tersebut akan mengambil tempat di Victus Bali Collection Utara, BDTC, Nusa Dua. Acara ini dimaksudkan untuk mengungkapkan dan memperkenalkan produk kreatif serta program pembiayaan yang mendorong kekuatan UMKM menghadapi dan memanfaatkan peluang krisis.
 
"Pada intinya kegiatan ini merupakan kegiatan pameran dan peragaan berbagai produk barang dan jasa kreatif dari para pelaku usaha yang exceptional, innovative, enviromental friendly dan business prospect," ujarnya.

(ang/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads