Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 25 Apr 2009 10:45 WIB

Judith Soeryadjaya Kuasai Tambang Martabe

- detikFinance
Melbourne - Saat pengusaha lain tiarap di tengah krisis ini, Keluarga Soeryadjaya unjuk gigi dengan melakukan pembelian tambang emas dan perak Martabe di Sumatra Utara yang dimiliki OZ Minerals.

OZ Mineral adalah pemilik dari tambang Martabe yang merupakan salah satu perusahaan tambang terbesar di Australia. OZ Mineral yang tercatat di bursa saham Australia (ASX) adalah perusahaan hasil dari merger Oxiana Limited dan Zinifex Limited di tahun 2008.

Dalam penjelasannya yang dikutip dari situsnya, Sabtu (25/4/2009) OZ Mineral mengumumkan penjualan tambang Martabe kepada China Sci-Tech Holdings Limited (CST) senilai US$ 211 juta.

CST telah sepakat membayar uang muka senilai US$ 10 juta dan akan menyetor sisa dana pembelian US$ 201 juta setelah transaksi tersebut komplet yang diperkirakan tuntas awal Juni 2009. OZ Mineral juga mendapat dana penggantian eksplorasi sekitar US$ 7,5 juta dari CST sejak 1 April 2009.

CST adalah perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa saham Hong Kong atau Stock Exchange of Hong Kong, yang merupakan perusahaan investasi dengan anak usahanya antara lain bergerak di jasa keuangan dan properti.

CST juga sudah lama berniat masuk ke bisnis tambang yang kemudian diwujudkan dengan melakukan investasi di proyek Martabe.

"CST telah menunjuk tim yang berpengalaman di pertambangan dan telah memiliki
hubungan yang strategis dengan mitranya di Indonesia melalui Keluarga Soeryadjaya (Judith Soeryadjaya) yang sangat berkomitmen terhadap proyek Martabe," bunyi siaran pers itu.      
            
CST akan mendanai akuisisi ini dari dana kas perusahaan. Namun untuk penyelesaian transaksi tersebut masih harus mendapat persetujuan dari pendiri OZ Minerals, pemegang saham CST dan otoritas Badan Investasi Asing Australia.

"Hasil dari penjualan ini akan memberikan kontribusi penting untuk OZ Minerals. Kami senang telah melakukan transaksi dengan harga yang dapat diterima setelah melalui proses penawaran yang kompetitif," kata Andrew Michelmore, Direktur dan CEO dari OZ Minerals.

OZ Minerals telah menunjuk penasehat keuangan dan hukum yakni Gryphon Partners dan Freehills untuk menangani transaksi ini.
 
Sebelum dibeli CST, beberapa perusahaan Indonesia juga sempat melakukan penawaran untuk mengelola Martabe. Salah satunya PT Aneka Tambang Tbk  yang semula berniat membeli 10% saham di Martabe.

Proyek Martabe tiap tahun diperkirakan memproduksi sekitar 300.000 ounces emas. Tambang Martabe diprediksi memiliki cadangan emas 6 juta ounces dan 61 juta ounces perak.
(ir/ir)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com