Demikian hal itu dikemukakan oleh Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu usai rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/4/2009).
"Semua (BUMN) pasti minta diturunkan dividen, itu normal.
Tapi kan kita juga lihat dari pada memakai modal sendiri, kalau bisa ngutang ya ngutang lah," ujarnya.
Ia mengatakan, kemampuan BUMN untuk mencari pinjaman perbankan saat ini masih tinggi. Sehingga sayang jika kemampuan tersebut tidak digunakan secara maksimal.
"Seperti kata orang bilang, prinsip usaha itu kalau bisa tidak pakai uang sendiri, pakai uang orang," katanya.
Secara terpisah Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil juga mengatakan hal yang serupa. Menurutnya, jika proyek yang akan dikerjakan cukup bagus maka alangkah lebih baik jika mencari pendanaan eksternal.
"Kalau proyek bagus kan bisa cari utang atau obligasi," ungkapnya.
Salah satu BUMN yang berniat meminta pengurangan setoran dividen untuk aksi korporasi yaitu PT Pertamina yang berencana membangun kilang sendiri di dalam negeri.
(ang/lih)











































