Bisnis Babi Lokal Belum Terpengaruh

Flu Babi Mengganas

Bisnis Babi Lokal Belum Terpengaruh

- detikFinance
Selasa, 28 Apr 2009 11:30 WIB
Bisnis Babi Lokal Belum Terpengaruh
Jakarta - Meski didera isu flu babi, bisnis pengolahan daging babi di Indonesia ternyata belum terpengaruh. Pasokan daging babi dan permintaan pasar atas daging babi hingga kini tidak bermasalah.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia (National Meat Processor Association/Nampa) Haniwar Syarif ketika dihubungi detikFinance, Selasa (28/4/2009).

"Sampai tadi pagi saya cek ke pengusaha-pengusaha daging babi. Mereka bilang pasokan aman, pasar juga aman," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Haniwar, industri daging babi dalam negeri belum terpengaruh karena isu flu babi memang baru berkembang di luar negeri. Hingga kini memang belum ada kasus flu babi yang ditemukan di Indonesia.

"Mungkin jika nanti benar-benar ada kasus yang terjadi di Indonesia, baru ada pengaruhnya. Secara psikologis pasti orang akan lebih hati-hati," katanya.

Saat ini, sebagian besar konsumsi daging babi di Indonesia masih bisa terpenuhi dari dalam negeri. Hanya sedikit sisanya yang berasal dari luar negeri.

"Bahkan di beberapa daerah seperti Batam kita justru ekspor mensuplai Malaysia dan Singapura," katanya.

Ia menambahkan, sekalipun masyarakat ragu-ragu mengonsumsi daging babi, langkah paling aman adalah menggunakan daging babi olahan. Pasalnya, dalam proses pengolahan itu, daging babi selalu dimasak dalam suhu di atas 80 derajat.

"Pada suhu tersebut, virusnya udah mati. Jadi seharusnya nggak perlu takut," katanya.

Saat ini ada sekitar 3 perusahaan pengolah daging babi di kota-kota besar. Pusat industri paling besar adalah di Bali, dimana konsumsi daging babi memang terbanyak di lokasi ini.

Para pengusaha tersebut berharap pemerintah benar-benar serius mencegah masuknya virus flu burung. Karena jika flu ini benar-benar masuk, maka akan sangat memukul industri daging babi nasional.

"Mereka berharap pemerintah menjaga perbatasan. Kalau virus itu masuk, pasti kita terpukul," katanya. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads