Parpol dengan Belanja Iklan Terbesar

Parpol dengan Belanja Iklan Terbesar

- detikFinance
Selasa, 28 Apr 2009 13:07 WIB
Parpol dengan Belanja Iklan Terbesar
Jakarta - Para partai politik berlomba-lomba menampilkan diri termasuk melalui iklan politik. Partai apa saja yang membelanjakan uang terbanyak untuk beriklan di media?

Berdasarkan hasil survei The Nielsen pencapaian belanja iklan untuk katagori pemerintah dan partai politik memang mengalami kenaikan luar biasa hingga 269% atau mencapai Rp 1,065 triliun pada kuartal I-2009 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Khusus untuk belanja iklan parpol (kuartal I-2009), posisi Partai Golkar menempati  posisi teratas dalam membelanjakan iklan mencapai Rp 185,153 miliar. Kemudian disusul oleh Partai Domokrat dengan belanja sebanyak Rp 123,056 miliar, sedangkan di posisi ketiga ditempati oleh Partai Gerinda sebesar Rp 66,716 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika berdasarkan tingkat spot iklan partai politik selama kuartal I-2009, di semua jenis media, Partai Golkar masih menjadi partai yang paling banyak tampil yaitu sebanyak 15,285 kali. Disusul partai Demokrat 11.055 kali, PDI-Perjuangan 7.284 kali, Partai PAN 5.564 kali, PKS 4.221 kali, Hanura 3.880 kali, Gerindra 3.864 kali dan lain-lain.

"Mereka lebih memilih memasang iklan di koran sebayak  63%, karena bisa memberi informasi lebih detail," kata Senior Manager Business Development The Nielsen  Maika Randini dalam acara pemaparan hasil survey, di Mayapada Tower, Jakarta, Selasa (28/4/2009).

Sedangkan jika dilihat dari katagori tempat memasang iklan untuk di televisi, jumlah spot partai Demokrat menempati posisi teratas yaitu 6.531 kali, diikuti Golkar 6.026 kali, Gerinda 2.342 kali, PDI Perjuangan 1.764 kali dan lain-lain.

Untuk katagori koran, nampaknya partai Golkar lebih banyak memasang iklan di koran yaitu sebanyak 9.252 kali, disusul PDI-Perjuangan 5.513 kali, Partai Demokrat 4.480 kali, PAN 4.127 kali, Hanura 3.172 kali dan lain-lain.

Mengenai potensi kenaikan belanja iklan termasuk katagori pemerintah dan partai politik di kuartal II tahun 2009, ia memperkirakan akan mengalami kenaikan. Hal ini mengacu pada trend pemilu di tahun 2004.

"Belanja iklan akan naik lagi karena Juli ada pilpres tahap pertama, sebulan seblumnya di Juni sudah mulai memasang iklan," jelasnya.

The Nielsen mencatat belanja iklan dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan misalnya saja pada tahun  2005 hanya mencapai Rp 25,57 triliun, tahun 2006 naik menjadi Rp 30,01 triliun, tahun 2007 naik kembali menjadi Rp 35,08 triliun dan tahun 2008 tembus keangka Rp 41,705 triliun.

Hasil survei ini merupakan hasil dari belanja iklan di 102 koran, 163 majalah dan tabloid dan 19 station televisi. Semua hasil perhitungan ini berdasarkan gross rate card, tanpa menghitung diskon, promo dan lain-lain.
(hen/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads