Demikian disampaikan Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan, Bayu Krisnamurthi usai menghadiri Seminar Nasional Swasembada Beras Berkelanjutan di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (29/4/2009).
Seperti diketahui, target awal ekspor beras sebanyak 100.000 ton pada tahun ini. Namun hingga saat ini baru 54.000 ton beras yang sudah teregistrasi atau terdaftar. Dimana sebanyak 10.000 ton beras aromatik siap diekspor Mei 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memastikan, jenis beras yang akan dieskpor adalah beras premium. Sedangkan jenis beras medium akan tetap digunakan untuk dalam negeri. Hal ini karena beras premium harganya jauh lebih tinggi, bahkan ada yang bisa sampai Rp 30.000 per kg.
Untuk gabah kering giling, lanjut Bayu, sampai saat ini produksi sudah mencapai 53-54 juta ton gabah kering giling.
"Target tahun ini 63,5 juta ton gabah kering giling atau setara 40 juta ton beras," pungkasnya.
(dru/lih)











































