Hal ini disampaikan Dirut PT Indonesia Power Tony Agus saat dihubungi, Rabu (29/4/2009).
"Jadi kalau 10.000 MW tahap pertama sudah masuk akhir tahun, kita lagi kaji PLTU Priok dan PLTU Perak apakah akan tetap dinyalakan atau tidak," ujar Tony.
Menurut Tony, opsi ini muncul karena umur kedua PLTU tersebut sudah tergolong tua. Kedua PLTU ini dibangun sekitar tahun 1970-an sehingga kalau tetap beroperasi diperkirakan sudah tidak efisien lagi.
"Keduanyakan masih pakai Marine Fuel Oil (MFO), jadi agar lebih efisien kita akan istirahatkan dan akan dialihfungsikan menjadi standby unit," papar Tony.
(epi/lih)











































