Â
"Proyek Donggi Senoro adalah industri hilir. BP Migas tidak mengetahui penunjukkan Mitsubishi karena itu beauty contest," jelas Direktur Komunikasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) A. Junaidi di Kantor KPPU, Jalan Juanda No. 36, Jakarta, Kamis (30/4/2009)
Â
Menurut Junaidi, berdasarkan penjelasan dari BP Migas, wewenang BP migas hanya sampai eksploitasi dan eksplorasi sehingga BP Migas tidak mengetahui harga yang ditawarkan Mitsubishi kepada konsorsium.
"BP Migas tidak tahu harga yang ditawarkan Mitsubishi karena itu bagian dari beauty contest yang masuk ke kegiatan hilir," ungkapnya.
Â
Junaidi menjelaskan pihaknya akan segera memanggil Mitsubitshi dalam satu dua minggu kedepan.
Â
"Mungkin satu dua minggu ini," ungkapnya.
Â
Pemanggilan terhadap pemerintah dan pihak terlapor, lanjut Junaidi, untuk membuktikan apakah benar ada pencurian data yang dilakukan Mitsubitshi dari PT LNG Energi Utama.
"Kami ingin membuktikan apa benar ada pencurian data?" katanya.
Â
Sementara itu, Kepala Bina Humas dan Hubungan Kelembagaan BP Migas, Sulistya Hastuti menyatakan BP Migas telah menjawab 12 pertanyaan yang diajukan KPPU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(epi/lih)











































