Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/4/2009).
"Dengan kenaikan modal ADB sebesar 200 persen, maka konsekuensinya Indonesia sebagai pemegang saham keenam terbesar di ADB yaitu sebesar 5,43 persen harus menambah modal Rp 2 triliun," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencana ini akan kami sampaikan dalam pembahasan APBN-P 2009. Tapi yang pasti, Indonesia akan tetap menjaga posisi sahamnya sebesar 5,43 persen, karena itu kita akan menyetor modal ke ADB," pungkasnya.
(dnl/ang)











































