Peserta Sidang ADB akan Dicek Flu Babi

Peserta Sidang ADB akan Dicek Flu Babi

- detikFinance
Kamis, 30 Apr 2009 14:10 WIB
Peserta Sidang ADB akan Dicek Flu Babi
Jakarta - Pemerintah sebagai tuan rumah penyelenggaraan Sidang Tahunan ADB (Asian Development Bank) ke-42 di Bali, menyiapkan segala langkah pencegahan penyebaran virus flu babi. Untuk mengantisipasi masuknya virus tersebut, peserta sidang ini akan dicek terlebih dahulu apakah bebas flu babi.

Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/4/2009).

"Kami terus lakukan rapat koordinasi tentu saja dengan Oversight Commitee dari ADB, lalu dengan Dinas Kesehatan Bali. Seluruh peralatan untuk pencegahan dan pengamanan dalam rangka swine flu sudah kita penuhi, baik pada saat masuk bandara, atau jika perlu melakukan isolasi, penanganan atau pengetesan peserta yang hadir," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sri Mulyani mengatakan reaksi antisipasi penyebaran flu babi ini menjadi kewajiban pemerintah sebagai tuan rumah, apalagi WHO telah menyatakan penyebaran flu babi sudah level 5.

"Kami menjamin mereka yang masuk kalau memang terdeteksi akan ditangani secara proper, agar tidak melebar dan meluas ke peserta lain, yang tentunya harus kita tunggu dengan adanya level 5 ini dari pandemi yang biasanya ada dampak terhadap travel warning atau passengers limitation, atau pembatasan terhadap traffic dari satu tempat ke tempat lain, itu yang kita lihat," katanya.

Namun sampai saat ini, Sri Mulyani mengatakan belum ada peserta pertemuan ADB yang batal hadir akibat pandemi tersebut.

"Sampai dengan hari ini, kami belum menerima suatu perubahan jumlah kehadiran para peserta ADB ini yang disebabkan oleh adanya kasus ini," jelasnya.

Pertemuan tahunan ADB di Bali ini rencananya akan dihadiri oleh 2.500 perserta dari 67 negara.

"Namun kita tetap waspada dan mengharapkan ketenangan kepada seluruh peserta luar negeri bahwa Indonesia sebagai tuan rumah siap dengan peralatan dan mekanisme untuk memonitor, mendeteksi dan bahkan kalau memang didapatkan kita bisa menanganinya," pungkasnya.
(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads