PLN dan Kontraktor China Sepakat Gunakan Yuan

PLN dan Kontraktor China Sepakat Gunakan Yuan

- detikFinance
Kamis, 30 Apr 2009 16:50 WIB
PLN dan Kontraktor China Sepakat Gunakan Yuan
Jakarta - Sejumlah kontraktor asal China setuju untuk menggunakan Renmimbi (RMB) dalam setiap transaksinya dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait proyek pembangunan pembangkit listrik.
 
“Saat ini kita sudah komunikasi dengan mereka. Tentunya kita senang, dan kontraktor Cina juga senang,” ujar Wakil Direktur PLN Rudiantara, di Kantor Kementerian Negara BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (30/4/2009).

Menurut Rudi, penggunaan RMB dinilai lebih efisien dan mempermudah proses transaksi sebab para kontraktor tidak perlu menjual valasnya dalam memperoleh RMB.
 
"Sebab cost production mereka kan RMB. Jadi kalau mereka dapatnya dolar, kalau dijual kan dia harus bayar premi, itu yang pertama. Kedua, RMB kan menguat. Kalau dia dolar perolehannya, maka dalam RMB-nya makin mengecil. Jadi benefitnya banyak, ada China ada benefit, untuk PLN juga ada.” katanya.

Rudi menjelaskan saat ini PLN masih gencar melakukan komunikasi dengan para kontraktor untuk menegosiasi kembali kontrak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

”Kita lihat mana yang bisa kita lakukan, kita akan lakukan, pokoknya semaksimal mungkin, itu bagus kok,” kata Rudi.
 
Rudiantara mengatakan negosiasi tidak hanya dilakukan dengan para kontraktor, namun juga para lender. Menurut Rudi, para lender juga merasa diuntungkan dengan penggunaan RMB tersebut.

"Sebenarnya kan kita pinjamnya USD, trus bayarnya USD, itu berapa potensi eksposur dari fluktuasi valasnya. Kalau misalkan itu bisa dihilangkan, itu mereka senang, kita juga senang,” jelasnya.
 
Rudi menambahkan  pihaknya juga tengah berbicara dengan Bank Indonesia (BI) untuk membahas proses tersebut secara lebih mendalam. “Kita juga sedang bicara dengan BI. Sebab, secara negara, Bank Sentral sudah tandatangan, jadi kan perlu disiapkan proses atau prosedur detilnya,” imbuhnya.

Saat ditanya berapa biaya yang bisa ditekan dari proses bilateral swapt tersebut, Rudi masih belum bisa menyebutkan angka. "Itu yang sedang dihitung, sebab teknis proses detilnya belum tersedia," tandasnya. (epi/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads