Hal ini dikatakan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (30/4/2009).
"WHO sudah menetapkan fase 5 pada pandemik virus flu babi, karena itu kita cegah, apalagi Indonesia sampai saat ini belum terdapat penularan virus flu babi. Dari 26 negara, ada 9 negara yang sudah confirm terjangkit flu babi, dan 17 negara yang menurut media ada tempat," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara 17 negara yang menurut media terjangkit flu babi adalah Australia, Perancis, Swis, Cili, Brasil, Korea Selatan, Denmark, Kolombia, Argentina, Guatemala, Kosta Rika, Elsavador, Afrika Selatan, Kroasia, Firlandia, Norwegia, Peru.
"Kita telah menyiapkan langkah-langkah agar Indonesia tidak terjangkit virus ini, dan juga agar tidak ada penularan kepada peserta yang datang," ujarnya.
Persiapan yang telah dilakukan pemerintah dimulai dari Bandara Ngurah Rai, dimana telah disiapkan 2 alat thermal scanner dan 2 alat decontamination unit, kemudian disediakan juga ruang-ruang kesehatan dan isolasi serta rumah sakit lapangan di Nusa Dua, Bali, serta ambulans isolasi.
"Jadi jika ada peserta yang terjangkit maka akan diisolasi, dan akan dibalikin atau dideportasi," ujarnya.
Pertemuan ADB ini merupakan pertemuan internasional pertama berskala besar di Indonesia. "Kita masih ada pertemuan World Ocean Conference di Manado pada 13-14 Mei, dan ada peserta yang berasal dari Amerika Utara," ujarnya.
Untuk pertemuan ADB ini, pihak penyelenggara dan Komisi Nasional Flu Burung sudah mempersiapkan diri supaya kegiatan ini bisa berjalan baik dan melindungi Indonesia dari penularan virus flu babi dan juga kepada para pesertanya.
Sementara itu, Bayu mengatakan dampak penyebaran virus flu babi ini sudah mulai mempengaruhi perekonomian.
"Pasar saham mulai terkena dampaknya, dimana saham-saham perusahaan produk pakan atau produk pertanian mulai turun. Kemudian ekspor dan impor yang bersifat forward 1-3 bulan mulai hold namun belum membatalkan. Jadi bidang ekonomi saat ini masih menunggu," katanya.
Dan juga yang dikhawatirkan akan terpengaruh adalah impor Indonesia terutama dari wilayah Amerika. "Apalagi impor kita dari daerah itu cukup esensial seperti kedelai atau pakan ternak. Kalau virus ini dampaknya buruk maka akan beri dampak yang signifikan," jelasnya.
(dnl/ang)











































