"Banyaknya peserta yang menghadiri Pameran properti pertama di tahun ini menunjukan sektor properti masih eksis di tengah krisis," ujar Sekjen Real Estate Indonesia, Alwi Bagir Mulachela setelah konferensi pers di Balai Sidang Jakarta, Senayan, Jakarta, Sabtu (2/5/2009).
Menurut Alwi, pertumbuhan sektor properti sudah menunju ke posisi normal setelah mengalami penurunan di akhir tahun 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pantauan detikFinance, masyarakat terlihat begitu antusias mengunjungi stand-stand yang ada di pameran REI EXPO 2009 yang dilaksanakan mulai 2 Mei-10 Mei 2009.
"Sudah lama saya ingin membeli rumah diperkotaan tapi tidak mahal-mahal banget. Kebetulan ada pameran ini sehingga memperoleh informasi tentang hunian murah dan terjangkau. Kan yang ikut banyak jadi saya bisa membanding-bandingkan mana yang paling murah dan bagus," ujar Lidya (32) kepada detikFinance di JHCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (2/5/2009).
Selain menghadirkan pengembang, dalam REI Expo yang digelar untuk ke 22 kali tersebut juga menghadirkan bank pemerintah penyedia KPR memberikan bunga rendah mulai dari 8 persen, provisi 0,50 persen sampai dengan 0,75 persen dan bebas uang administrasi.
REI Expo 2009 mempersembahkan aneka pilihan perumahan, apartemen, villa, resor, ruko, rukan, trade center maupun kavling siap bangun. Adapun beberapa pengembang yang mengikuti pameran yaitu Gapura Group, Pakuwon Group, Rancamaya Group, Pikko Group, Alam Sutera, Bakrie Swastika Utama, The adress, kota Wisata dan lain-lain.
(epi/qom)











































