Hal tersebut disampaikan Sekjen Dewan Pengurus Pusat Real Estate Indonesia (REI) Alwi Bagir Mulachela, usai konferensi pers acara pameran REI Expo 2009 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (2/5/2009).
"Sudah ada banyak pengembang mengajukan pengajuan izin pembangunan sekitar 200 tower (menara), tapi yang sudah disetujui baru sekitar 60 tower," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu belum ditambah jika ada pengembang lain yang memperoleh izin lagi," jelas Alwi.
Menurut Alwi, proyek Rusunami tetap menjadi rebutan pengembang karena masih banyak permintaan rumah murah yang bersubsidi tersebut.
Alwi menilai rusunami juga diminati para pembeli karena harganya yang terjangkau dan adanya subsidi suku bunga dari pemerintah.
"Yang tersendat itu kan sektor apartemen atau rumah yang mahal sebab pembelinyanya kebanyakan kena PHK," ungkap Alwi.
Terkait adanya program pembangunan 1000 tower rusunami yang ditargetkan rampung pada 2011, Alwi menyatakan pihaknya akan membantu pemerintah untuk merealisasikan program tersebut.
"Itu bukan target tapi itu artinya kita harus bangun sebanyak-banyaknya. Lagipula kebutuhannya kan ada terutama di daerah Jabodetabek, Bandung dan Surabaya," ungkapnya.
(epi/qom)











































