ADB Tambah Pinjaman US$ 10 Miliar di 2009-2010

ADB Tambah Pinjaman US$ 10 Miliar di 2009-2010

- detikFinance
Sabtu, 02 Mei 2009 15:22 WIB
ADB Tambah Pinjaman US$ 10 Miliar di 2009-2010
Nusa Dua - ADB (Asian Development Bank) akan meningkatkan pinjamannya di 2009-2010 sebesar lebih dari US$ 10 miliar. Sehingga keseluruhan pinjaman ADB dalam dua tahun tersebut menjadi sekitar US$ 32 miliar, atau lebih tinggi dari periode 2007-2008 yang sebesar US$ 22 miliar.

Hal ini dikatakan oleh Presiden ADB Haruhiko Kuroda dalam media briefing di acara Pertemuan Tahunan Ke-42 ADB di Hotel Westin, Nusa Dua, Jakarta, Sabtu (2/5/2009).

ADB akan merilis program  CSF (Countercyclical Support Facility) dan program-program lain yang berkaitan dengan krisis termuat dalam  Laporan dengan judul The Global Economic Crisis Challenges for Developing Asia and ADB's Response.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADB sebelumnya juga telah menyiapkan US$ 3 miliar untuk CSF yang merupakan dana untuk membantu negara-negara berkembang anggotanya untuk meningkatkan belanja fiskal secara cepat di tengah krisis ekonomi global.

Kuroda menambahkan, bantuan penanggulangan krisis ini akan meliputi bantuan untuk proyek investasi,  pinjaman program dengan pencairan cepat, penjaminan, dan inisiatif-inisiatif baru yang dirancang untuk menangani kebutuhan spesifik krisis. ADB juga akan meningkatkan bantuannya melalui hibah untuk analisa kebijakan dan peningkatan kapasitas.
 
"Asia yang bergantung pada ekspor sangat terpukul oleh anjloknya permintaan akan barang-barang produksinya dari negara-negara besar di dunia seperti Amerika Serikat dan Eropa," jelas Kuroda.

Sejumlah negara di kawasan Asia telah meningkatkan pengeluaran untuk mendorong konsumsi domestik untuk menjadi penyeimbang atas turunnya permintaan dari luar negeri, namun tidak semua negara bisa melakukan hal tersebut.

"Terlebih lagi pada saat penurunan ekonomi global kemungkinan makin dalam dan lebih panjang dari perkiraan semula, perekonomian di kawasan ini akan menghadapi tekanan yang meningkat," katanya.

ADB memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi di 44 negara berkembang anggota ADB  pada tahun ini sebesar 3,4% dan 6,0% pada tahun 2010. Persentase surplus transaksi berjalan terhadap PDB diperkirakan akan turun menjadi 4,9% pada tahun 2009 dari 5,3% pada tahun 2008 dan akan makin turun menjadi 4,7% pada tahun 2010.

Sidang tahunan ADB mengumpulkan para menteri keuangan, pejabat senior pemerintah, tokoh bisnis,akademisi, media dan wakil-wakil dari organisasi internasional dan masyarakat sipil dari seluruh Asia dan Pasifik untuk membahas cara-cara yang efektif dalam menangani kemiskinan dan menjamin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan ini.



(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads