Hal itu dikatakan oleh ADB Vice President for Knowledge Management and Sustainable Development Ursula Schaefer-Preuss dalam seminar dengan tema "Moving More With less: Promoting Environmentally Sustainable and Inclusive Urban Transport" dalam rangkaian sidang tahunan ADB di HOtel Westin, Nusa Dua, Minggu (3/5/2009).
"Urbanisasi besar-besaran dan peningkatan penggunaan kendaraan pribadi bisa memperlambat kegiatan ekonomi di kota-kota Asia Pasifik," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika tidak, maka pertumbuhan ekonomi akan terhambat dan kaum miskin kota semakin sulit lepas dari jerat kemiskinan," katanya.
Populasi masyarakat di kota-kota besar di Asia saat ini mencapai 1,2 miliar jiwa atau satu di antara tiga penduduk Asia tinggal di perkotaan.Pada 2020 angka ini diproyeksikan akan mencapai dua kali lipat, dimana satu dari dua penduduk Asia tinggal di perkotaan. Volume pertumbuhan kendaraan bermotor di kawasan ini juga paling cepat di dunia dimana jumlah kendaraan meningkat dua kali lipat setiap 5-7 tahun. Akibatnya kota-kota di Asia akan menjadi tidak efisien dengan tingkat kemacetan yang parah.
Kemudian akibat lainnya adalah tingkat polusi dan angka kecelakan lalu lintas yang relatif tinggi. Meningkatnya pengguna sepeda motor di kawasan ini juga menunjukkan perlunyan transportasi publik yang memadai. (dnl/lih)











































