Dengan kontribusi sebesar ini maka Indonesia dapat menggunakan fasilitas swap bilateral sebesar US$ 11,925 miliar untuk mengamankan cadangan devisa.
Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani usai pertemuan para menteri keuangan ASEAN+3 di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Minggu (3/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertemuan ASEAN+3 di Bali ini mencapai kesepakatan yang luar biasa sebagai tindak lanjut Chiang Mai Initiative, banyak elemen yang telah disepakati," katanya.
Porsi kontribusi Indonesia ini sama besar dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand. Dengan kontribusi sebesar itu maka Indonesia beserta 10 negara anggota ASEAN memiliki suara dalam voting sebesar 28,4%. Porsi yang sama dimiliki oleh China dan Jepang masing-masing 28,4%. Sementara Korea Selatan memiliki voting power sebesar 14,77%.
Sebanyak 80% dari pooling fund ini atau US$ 96,5 miliar ditanggung oleh China, Jepang dan Korea Selatan. China dan Jepang berkontribusi sebesar US$ 38,4 miliar sedangkan Korea Selatan sebesar US$ 19,2 miliar.
Para Menteri Keuangan ASEAN+3 juga memutuskan ADB (Asian Development Bank) akan bertindak sebagai pengawas dengan menggunakan kantor sekretariat ASEAN yang berada di Jakarta. ASEAN kini beranggotakan Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam ditambah Korsel, CHina dan Jepang dalam forum ASEAN+3.
(dnl/qom)











































