"Jadi secara keseluruhan mengenai harga susu sudah tercapai kesepakatan," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris di kantornya, Gedung Depperin, Jakarta, Senin (4/5/2009).
Dijelaskannya pada rapat antara gabungan koperasi susu Indonesia (GKSI) dengan IPS pada Jumat akhir pekan lalu di Depperin, kedua pihak menyepakati penurunan harga jual susu yang semula diusulkan Rp 300 kini menjadi hanya Rp 150 per liter. Artinya telah ada perubahan harga dari Rp 3.700 per liter menjadi Rp 3.550 per liter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui masalah harga susu kembali mencuat pasca kesepakatan tersebut, pasalnya selama ini peternak susu tertekan dengan biaya produksi yang masih tinggi sedangkan harga jualnya lebih rendah atau diturunkan.
Di sisi lain, produk bahan baku susu impor begitu menggiurkan bagi para IPS karena harganya lebih miring yang dipicu turunnya harga susu internasional beberapa bulan terakhir.
Kisruh susu ini juga telah mengancamΒ sekitar 200 ton lebih susu sapi yang diproduksi koperasi Jawa Barat karena ada dugaan para industri pengolahan susu (IPS) melakukan kuota pembelian susu. Bahkan di Jawa Timur, kasus penolakan harga susu yang baru telah terjadi di beberapa koperasi susu Jawa Timur, yang mempertanyakan turunnya harga susu per liter hingga Rp 150. (hen/lih)











































