PLN Kantongi US$ 1,061 Miliar dari Perbankan China

PLN Kantongi US$ 1,061 Miliar dari Perbankan China

- detikFinance
Senin, 04 Mei 2009 15:12 WIB
PLN Kantongi US$ 1,061 Miliar dari Perbankan China
Nusa Dua, - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero mendapat pinjaman sebanyak US$ 1,061 miliar dari China Export Import Bank (Cexim) dan Bank of China (BoC). Dana sebanyak itu akan dikucurkan untuk pembangunan PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Aceh dan PLTU Teluk Naga yang merupakan bagian dari proyek 10.000 MW.

Penandatanganan pinjaman itu dilakukan disela-sela sidang tahunan ADB di Nusa Dua, Bali, Senin (4/5/2009) antara Dirut PLN Fahmi Mochtar, Vice President Cexim Li Jun dan Deputi General Manager of Corporate Banking Departmen Bank of China Pang Mao Heng dan disaksikan oleh Menkeu sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani.

Pinjaman ini berasal dari Cexim untuk PLTU Pelabuhan Ratu 3x300 MW sebanyak US$ 481 juta dan PLTU Aceh 2x110 MW sebesar US$ 455 juta. Sedangkan sisanya berasal dari Bank of China untuk PLTU Teluk Naga 3x315 MW.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan adanya pinjaman ini maka seluruh kebutuhan untuk pembangunan ketiga proyek pembangkit tersebut sudah terpenuhi. Sebelumnya perseroan juga sudah meneken kerjasama dengan bank dalam negeri untuk menutupi kebutuhan rupiah.

Kebutuhan untuk PLTU Pelabuhan Ratu Rp 1,87 triliun dipenuhi dari Bank Mega, kebutuhan PLTU Aceh Rp 614 miliar dari Asosiasi BPD, dan kebutuhan untuk PLTU Teluk Naga sebesar Rp 1,6 triliun dipenuhi dari Bank Bukopin.

Cexim dan Bank of China merupakan kreditor tunggal yang menyediakan pinjaman jangka panjang untuk masing-masing fasilitas kredit dengan jaminan penuh Menteri Keuangan.

"Pinjaman ini tonggak penjaminan yang signifikan dalam fast track PLN setelah terselesaikannya 5 fasilitas buyer credit yang ditandatangani pada Januari, Mei, Juli dan Desember 2008 untuk mendanai porsi dolar AS proyek PLTU Paiton, Suralaya, Labuan, Indramayu dan Rembang," kata Dirut PLN Fahmi Mochtar dalam sambutannya.

Dalam transaksi ini perusahaan plat merah tersebut dibantu HSBC sebagai konsultan keuangan, Norton Rose dan Hadi Putranto Hadinoto & Partners sebagai konsultan hukum.

Fasilitas kredit Cexim memiliki tenor 15 tahun door to door, termasuk grass period sampai 3 tahun. Bank of China memberi tenor 13 tahun door to door termasuk 3 tahun grass period. Pinjaman berbasis LIBOR ini bertenor lebih panjang dari pasar komersial. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads