Pemda Diminta Lebih Berinisiatif Ciptakan Stimulus

Pemda Diminta Lebih Berinisiatif Ciptakan Stimulus

- detikFinance
Senin, 04 Mei 2009 16:31 WIB
Pemda Diminta Lebih Berinisiatif Ciptakan Stimulus
Nusa Dua - Pemerintah pusat minta pemerintah daerah (Pemda) agar bisa berinisiatif dalam membuat kebijakan yang dapat menciptakan stimulus fiskal bagi daerah. Bahkan pemda bisa mengoptimalkan surplus anggarannya (SILPA/Sisa Lebih Penggunan Anggaran) di 2008 sebagai stimulus.

Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam acara bertemakan desentralisasi fiskal di sela pertemuan tahunan ADB di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Senin (4/5/2009).

"Agar stimulus bisa maksimal di tengah imbas krisis ekonomi global, maka perlu ada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Sehingga dampaknya lebih besar dalam menghadapi krisis," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sri Mulyani menegur keras daerah yang seringkali terlambat dalam menyerahkan APBD-nya kepada pemerintah pusat sehingga proses pembelanjaan anggaran di daerah seringkali tidak maksimal, dan tidak bisa menjadi stimulus.

Sampai saat ini, tercatat jumlah SILPA APBD 2008 adalah sebesar Rp 51,4 triliun. Dana ini bisa digunakan daerah sebagai stimulus sehingga bisa menggerakkan ekonomi di tengah krisis.

"Selain stimulus pemerintah pusat juga terus berusaha menjaga stabilitas sektor keuangan dan cadangan devisa untuk mempertahankan kondisi perekonomian tetap stabil dan dan daya beli masyarakat tetap tinggi, serta menjaga daya saing
perusahaan dalam negeri," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani memberikan penghargaan kepada beberapa daerah yang dinilai baik dalam pengelolaan fiskalnya dan menyerahkan APBD-nya secara tepat waktu.

"Saya tidak hanya bisa mengkritik, memberi sanksi, atau menegur saja. Namun saya akan memberikan penghargaan non fiskal bagi daerah yang penyelesaian APBD-nya tepat waktu serta pembangunannya berkualitas," katanya.

Jadi daerah harus ikut turut menjaga momentum perekonomian agar pengaruh negatif krisis ekonomi global bisa diminimalkan.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads