Demikian disampaikan Wadirut PLN Rudiantara dalam keterangan persnya, Senin (4/5/2009).
"Yang masih harus dicari pendanaannya sekitar US$ 1,7 miliar," tandas Rudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekurangan valas sebesar US$ 1,7 miliar ini setelah adanya pinjaman dari Cexim dan Bank of China yang baru ditandatangani hari ini di sela-sela sidang tahunan ADB di Nusa Dua, Bali.
Perjanjian pinjaman (loan agreement) yang ditangani hari ini sebesar US$ 1,061 juta untuk pembangunan PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Teluk Naga dan PLTU Aceh.
Menurut Rudiantara, untuk pembangunan PLTU Pelabuhan Ratu, PLN memperoleh pinjaman sebesar US$ 482 juta. Untuk pembangunan PLTU Aceh, PLN mendapatkan pinjaman dari Cexim Bank senilai US$ 124 juta. Sementara pinjaman dari Bank Of China senilai US$ 455 juta akan digunakan untuk pembangunan PLTU Teluk Naga dengan kapasitas 3x315 MW. (lih/ir)










































