Pendanaan Valas 10.000 MW Masih Kurang US$ 1,7 Miliar

Pendanaan Valas 10.000 MW Masih Kurang US$ 1,7 Miliar

- detikFinance
Senin, 04 Mei 2009 16:52 WIB
Pendanaan Valas 10.000 MW Masih Kurang US$ 1,7 Miliar
Jakarta - Kebutuhan dana dalam valas untuk pembangunan pembangkit dan transmisi proyek 10.000 MW yang masih harus dicari hingga saat ini mencapai US$ 1,7 miliar. Jumlah ini sekitar 29% dari total valas yang dibutuhkan untuk megaproyek listrik tahap pertama.

Demikian disampaikan Wadirut PLN Rudiantara dalam keterangan persnya, Senin (4/5/2009).

"Yang masih harus dicari pendanaannya sekitar US$ 1,7 miliar," tandas Rudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total kebutuhan valas yang dibutuhkan untuk proyek 10.000 MW mencapai US$ 5,8 miliar. Sebagian diantaranya, sebesar US$ 3,2 miliar sudah ditandatangani. Sedangkan US$ 0,9 miliar sisanya masih dalam proses pembahasan, negosiasi dan verifikasi.

Kekurangan valas sebesar US$ 1,7 miliar ini setelah adanya pinjaman dari Cexim dan Bank of China yang baru ditandatangani hari ini di sela-sela sidang tahunan ADB di Nusa Dua, Bali.

Perjanjian pinjaman (loan agreement) yang ditangani hari ini sebesar US$ 1,061 juta untuk pembangunan PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Teluk Naga dan PLTU Aceh.

Menurut Rudiantara, untuk pembangunan PLTU Pelabuhan Ratu, PLN memperoleh pinjaman sebesar US$ 482 juta. Untuk pembangunan PLTU  Aceh, PLN mendapatkan pinjaman dari Cexim Bank senilai US$ 124 juta. Sementara pinjaman dari Bank Of China senilai US$ 455 juta akan digunakan untuk pembangunan PLTU Teluk Naga dengan kapasitas 3x315 MW. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads