Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Fazwar Bujang yang juga menjabat sebagai Dirut Krakatau Steel, saat ditemui di Balai Kartini, Selasa (5/5/2009).
"Kuartal pertama konsumsi masih di bawah tahun lalu, turun 20%-25%," kata Fazwar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2009 terutama Januari dan Februari itu parah hingga 40%, April mambaik lagi," katanya.
Ia mencontohkan penjualan PT Krakatau Steel selaku pemimpin pasar baja domestik pada kuartal I tahun 2009 yang hanya sekitar 320.000 ton.
Ajukan Skema Stimulus Industri Baja
IISIA yang merupakan gabungan perusahaan-perusahaan baja di dalam negeri akan kembali mengajukan usulan skema stimulus dalam rangka mendorong industri baja dalam negeri. Skema yang akan diajukan diantaranya fasilitas kebijakan fiskal, moneter dan lain-lain.
"Kami sendiri belum mengajukannya, kami sedang memformulasikan suatu usulan, pada akhir bulan kita bisa ajukan," jelasnya.
Fazwar mengatakan saat ini industri baja dalam negeri sudah tidak mampu bersaing lagi dengan produk baja impor karena hanya mengandalkan efisiensi perusahaan. Padahal di negara-negara pesaing seperti China, campur tangan pemerintah sudah sangat kuat termasuk dengan memberikan fasilitas tax rebate (potongan pajak) bagi produsen baja China yang akan mengekspor.
"Bukan hanya efisiensi, tetapi lebih pada faktor internal. Karena negara lain sudah memasukan faktor-faktor untuk mendukung industrinya. Tidak benar kalau kita bersaing dengan efisiensi, tanpa ada perbaikan yang telah dilakuan oleh negara lain," paparnya.
(hen/lih)











































