"Produsen jangan malu pakai merek lokal," kata Fahmi dalam acara seminar Kebangkitan Produk Industri Dalam Negeri, di Balai Kartini, Selasa (5/5/2009).
Hal itu menurut Fahmi, cukup penting karena sekarang ini masyarakat Indonesia sudah mulai mengapresiasi produk termasuk untuk produk sepatu. Sehingga dikhawatirkan produk yang seharusnya merel Indonesia justru bisa saja dianggap konsumen sebagai produk impor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namanya Pak Minardi, nama produknya ia kasih nama Mario Minardi," ucap Fahmi.
Meskipun ia mengakui saat ini produk-produk Mario Minardi sudah mampu menembus pasar ekspor seperti Eropa dan AS. Fahmi mencontohkan produk sepatu Mario Minardi jika dijual di dalam negeri hanya seharga Rp 800.000 sampai Rp 1 juta per pasang. Namun jika dijual di Eropa mencapai dan 50.000 yen di Jepang.
Selain itu, Fahmi mengharapkan para konsumen jangan terlalu berorientasi merek impor, namun harus melihat dari orientasi harga yang kompetitif.
"Konsumen Jangan berorientasi merek, tapi lebih baik pada harga," serunya.
Meskipun ia tidak menutup mata, jika sudah banyak produk-produk lokal yang menggunakan merek asing dan cukup berhasil di pasar lokal maupun di luar negeri.
"Boleh aja lah," ucapnya.
(hen/qom)










































