"Kami kemungkinan akan mengurangi kepemilikan di Blok Libya, K47. Kita tidak berniat mundur dari Libya, kita hanya akan menjual sebagian tetapi tetap memiliki kepemilikan di situ. Kita memiliki 50 persen di Libya, kami akan menguranginya tetapi masih dibicarakan berapa besarnya," ujar Presiden Direktur Medco E&P Budi Basuki di sela-sela acara Indonesia Petroleum Association (IPA) di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (5/5/2009).
Pengurangan kepemilikan saham di Blok K47, Libya tersebut, didorong kebutuhan Medco atas dana segar untuk pengembangan proyek-proyeknya di Indonesia.
"Karena kami butuh uang untuk mengembangkan proyek di Indonesia seperti pengembangan Blok A dan Donggi Senoro LNG," ungkap Budi.
Selain menjual sebagian sahamnya, Budi juga mengakui pihaknya memiliki opsi lainnya yaitu dengan menjadi jaminan untuk mendapatkan pinjaman.
"Opsi lainnya, adalah kami kemungkinan akan menggunakan kepemilikan tersebut sebagai agunan mendapat pinjaman," tandasnya.
(epi/lih)











































