Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama BEI Arifin Indra ketika ditemui di acara Pertemuan Tahunan Ke-42 ADB di Nusa Dua, Bali, Selasa (5/5/2009).
"Penurunan ekspor yang terjadi untuk Bank Ekspor tidak kelihatan banyak, karena kita memang fokus ke ekspor. Meskipun secara nasional sudah kelihatan statistiknya ekspor menurun. Tapi penurunan yang terjadi pada kuartal I-2009 karena faktor musiman dan juga karena krisis," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi memang tahun lalu ekspor tumbuhnya fantastis mungkin yang tertinggi di Indonesia. 45-50%, biasanya antara 20-30% tiap tahunnya," ujarnya.
Untuk menambah modal pembiayaan dan meningkatkan pembiayaannya, BEI menjajaki pinjaman dari beberapa sumber baik bilateral maupun multilateral seperti dari Jepang dan ADB (Asian Development Bank).
"Dari Jepang sendiri sudah komitmen untuk membantu trade financing kepada Asia termasuk Bank ekspor sebesar US$ 500 juta, ADB juga sudah tanya-tanya tapi belum ada jumlahnya. World Bank ingin memberikan penguatan atau pembiayaan pada UKM, World Bank juga akan biarkan ke Indonesia ke Bank Ekspor," ujarnya.
Bank Ekspor akan diubah menjadi Exim Bank atau LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) pada 1 Juli 2009, di 2009 ini perseroan mentargetkan pertumbuhan aset sebesar Rp 2,5 triliun dengan berbagai cara yang dilakukan perseroan di tahun ini.
(dnl/lih)











































