Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan beberapa waktu inipembangunan perumahan di AS sudah kembali menggeliat. Meski dalam jumlah terbatas, diharapkan geliat ini bisa mendongkrak ekspor furnitur Indonesia ke AS.
"Di AS sekarang ini, pembuatan rumah sudah mulai bangkit khususnya kelas menengah. Mudah-mudahan optimisme pembuatan rumah masih terus tinggi, mudah-mudahan permintaan produk terkait akan tinggi, misalnya furnitur," kata Fahmi saat di temui Balai Kartini Selasa (5/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sawit sampai saat ini tidak terkalahkan, tetap dibutuhkan," ucapnya.
Sementara itu untuk produk ekspor andalan Indonesia lainnya seperti tekstil dan produk tekstil (TPT), meski mengalami penurunan, namun untuk jenis tekstil atau garmen kebutuhan sehari-hari pasar ekspor masih tetap menyerapnya.
"Ada pemulihan untuk tekstil di Jepang, negara Eropa," katanya.
(hen/qom)











































