Sebelumnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut sudah menjadi agen PTPN selama tiga bulan terakhir untuk menghabiskan sisa stok gula sebanyak 350.000 ton di akhir tahun 2008.
Menurut Deputi Kementerian Negara BUMN Bidang Agro Industri Agus Pakpahan, sinergi tersebut akan kembali dilakukan untuk mengantisipasi pelonjakan harga gula di tingkat konsumen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kerjasama antar dua BUMN itu sebelumnya hanya menghabiskan stok gula di akhir tahun lalu. Kerjasama sekarang ini dilakukan juga untuk meningkatkan sistem industri gula secara keseluruhan.
Total gula yang akan disalurkan oleh Bulog mencapai 571.000 ton atau setara dari 34 persen jatah PTPN sebanyak 60 persen dari total produksi per tahun sekitar 2,8 juta ton gula.
"Penyaluran ini khusus untuk PTPN, tapi kalau petani ikut alhamdulilah, kecuali petani punya cara jual sendiri," katanya.
Ia mengatakan, draft kerjasamanya sudah disiapkan dan kedua BUMN tersebut akan melakukan penandatanganan esok hari.
"Ini bukan monopoli tapi bagaimana kita ciptakan harga yang stabil. Untuk ini kan perlu ada kebijakan atau strategi khusus dari korporasi," ujarnya.
(ang/qom)











































