Menurut Menteri Energi Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, salah satu perubahan model bisnis yang disarankan adalah mengubah rencana pembelian LNG floating terminal menjadi menyewa saja.
Hal ini disampaikan usai acara medical check up dan pap smear gratis di Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (7/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun pemerintah telah mengeluarkan izin untuk pengembangan lapangan Masela, namun rencana pengembangan yang sudah diajukan dinilai belum ekonomis. Untuk itu, pemerintah meminta agar beberapa rencana pengembangan gas diubah agar lebih ekonomis.
"Di PoD prinsip itu dikatakan, kalau dengan menggunakan approach yang sekarang tidak ekonomis," jelasnya.
Menurut Purnomo, sebenarnya ada langkah-langkah yang bisa dilakukan agar proyek bisa lebih ekonomis. Contohnya, Purnomo menyarankan agar pengelola menyewa floating LNG terminal untuk menghemat biaya.
"Jika dia membeli floating LNG terminal cost-nya akan mahal di depan. Nah untuk mengembalikan (cost) ini kan lama, jadi sewa kecil-kecil. Itu satu contoh dengan begitu bisa memperbaiki keekonomian," ungkap Purnomo.
Purnomo menegaskan proyek ini bisa terus jalan asalkan proyek tersebut bisa ekonomis. "Saya bilang go ahead, proyek jalan. Tapi kita lihat ada beberapa hal yang bisa membuat proyek ekonomi," tandasnya.
(epi/lih)










































