Demikian disampaikan oleh Vice President Franchise and Residential Coldwell Banker Commercial (CBC) Indonesia Daniel Kawilarang dalam acara pemaparan hasil survei CBC di Jakarta, Kamis (7/5/2009).
Daniel menjelaskan untuk sektor kondominium pada kuartal I-2009 terdapat pasokan sebesar 2.204 unit yaitu dari Permata Hijau Residence Tower 1, Thamrin Residence, Boutique Residence and Niervana Kemang Tower 1 di kawasan sekunder.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pasokan tersebut, tidak diimbangai dengan tingkat penjualan, dimana tingkat penjualan kondominium turun 5,8%, dengan existing yang terjual 177 unit, sedangkan dalam tahap konstruksi terserap 879 unit.
Tingkat penyerapan kondominium yang existing hanya meningkat 0,22% menjadi 95,37% sementara kondominium dalam tahap konstruksi 0,17%Β meningkat jadi 53,17%.
Dijelaskannya, rendahnya penjualan menyebabkan harga jual kondominium turun sebesar 1,96%. Harga jual kondominium di kawasan primer berkisar antara Rp 9,25 juta sampai Rp 22,68 juta per m2, untuk kawasan sekunder berkisar antara Rp 5,41 juta sampai Rp 14,3 juta per m2.
"Walaupun BI sudah menurunkan BI Rate, tapi perbankan belum turunkan suku bunga untuk KPA, sehingga penjualan kondominium terus mengalami penurunan sehingga menekan harga," katanya.
Sementara itu, untuk apartemen, pada kuartal I tahun 2009, pasokan apartemen relatif tidak ada, maka secara keseluruhan jumlanya masih di posisi 11.524 unit yang mencakup 4.651 unit di kawasan primer dan 6.873 di kawasan sekunder.
Penyarapan pasar apartemen mengalami penurunan, namun sebanyak 102 unit apartemen diserap di pasar. Beberapa apartemen mengalami penurunan tingkat hunian karena penyewa tidak memperpanjang kontrak. Bahkan tingkat hunian rata-rata turun misalnya di kawasan CBD 2,69% menjadi 75,93%, kawasan sekunder 3,64% menjadi 69,82%
Mengenai harga sewa apartemen, mengalami stagnasi yaitu turun 0,03% kaibat rendahnya permintaan, di kawasan CBD harga sewa apartemen berkisar US$ 7,22 sampai US$ 26,65 per m2 per bulan, kawasan sekunder mulai dari US$ 2,95 sampai US$ 23,63 per m2 per bulan.
"Kuartal pertama ini apartemen sudah mengalami penurunan, karena krisis banyak ekspatriat kembali ke negaranya, sehingga apartemen kosong. Pemilu pun akan mempengaruhi pasar apartemen, maka diprediksi akan ada penurunan tingkat hunian dan harga sewa," jelasnya.
Menurut Daniel, sekarang ini bagi para pengembang apartemen maupun kondominium harus melakukan upaya-upaya terobosan diantaranya dengan menjual produk properti yang unik, dalam jumlah terbatas dilokasi yang bisa diterima konsumen.
Ia mencontohkan sudah ada beberapa pengembang yang mencoba memadukan konsep kantor dan apartemen, hal ini cukup bisa diterima pasar pada saat ini.
(hen/ir)











































