Demikian disampaikan Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi di Gedung Menko, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (7/5/2009).
Menurut Bayu, permintaan Meksiko ini sudah disampaikan ke Departemen Luar Negeri RI dan kini sudah diteruskan ke Departemen Kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merespons permintaan bantuan ini, sejumlah negara besar seperti AS dan Jepang langsung memberikan bantuan dalam jumlah yang besar sekaligus. Penanganan sigap memang dibutuhkan untuk menangani flu yang penyebarannya terbilang sangat cepat ini.
"Kita tahu penyebarannya cepat, jadi yang sudah merealisasikan bantuan itu baru AS dan Jepang yang jumlahnya besar," katanya.
Indonesia pun tak mau kalah dan tengah bersiap-siap untuk ikut membantu. Masalahnya, hingga kini pemerintah belum menemukan bentuk bantuan apa yang bisa diberikan untuk Meksiko.
"Kita sedang mencari apa yang bisa kita bantu," katanya.
Bayu menjelaskan, sebenarnya pemerintah pernah berniat memberi bantuan berupa masker ke Meksiko. Namun setelah dicek, ternyata stok masker untuk antisipasi di dalam negeri saja tidak mencukupi.
"Kita mau bantu masker, tapi ternyata stok kita belum cukup untuk kebutuhan seluruh daerah di Indonesia, jadi kita akan lihat perkembangannya, apa yang bisa kita bantu," katanya.
Diduga Suspect Flu Babi
Bayu juga menjelaskan, beberapa waktu lalu memang ada dua pendatang dari luar negeri yang terdeteksi detektor suhu tubuh di pelabuhan Jakarta dan Surabaya. Melalui detektor, kedua orang itu terdeteksi memiliki suhu panas yang lebih tinggi dari rata-rata.
"Waktu itu dengan thermal scanner, ada satu orang di Surabaya dan satu orang di Jakarta yang terlihat suhu badannya panas dan terbaca, tapi setelah diperiksa, keduanya negatif," katanya.
Tak hanya itu, ada juga salah seorang tamu ADB dari Korea yang mengaku kena flu berat.
"Tapi setelah diperiksa, ternyata tamu itu sudah 6 bulan di Indonesia, jadi kita tingkatkan terus pengawasan," katanya. (lih/qom)










































